Mengenal Oleh-Oleh Khas Kota Banjarmasin Untuk Keluarga

oleh-oleh khas kota banjarmasin

Rental Mobil Banjarmasin – Di Kalimantan Selatan terdapat sebuah kawasan wisata yang dijuluki kota seribu sungai, merupakan julukan terpopuler yang diberikan buat Kota Banjarmasin sebagai ibukota pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin adalah etalase bumi Banjar, yaitu tanah bertuah milik masyarakat suku Banjar yang berlokasi di selatan Pulau Kalimantan.

Kota Banjarmasin dan Pulau Kalimantan pada umumnya menyimpan segudang eksotisme yang pantas untuk diapresiasi buat para pengunjung, baik itu dari sisi budaya, kekayaan alam, maupun geografis dan geopolitiknya.

Apabila suatu hari nanti anda berkunjung ke Kota Banjarmasin, bisa ditempuh melalui jalur udara, dimana tanda-tanda eksotisme dari kota ini sudah mulai nampak saat pesawat mulai memasuki wilayah udara Muara Sungai Barito. Jika anda ingin menikmati kota Banjarmasin lewat jalur darat percayakan kepada nabil rental, telah terbukti kualitas mobil, terawat dan aman.

Dari langit, anda dapat memandangkota Banjarmasin seperti ada garis putih memanjang yang membelah kota. Itu adalah sungai Barito yang panjang seperti seekor ular raksasa putih yang menyusui ribuan anak-anak sungai lainnya di tengah kerimbunan hutan yang menghijau. Ribuan garis putih menyerupai anak ular tersebut adalah anak-anak Sungai Barito yang menjadikan Kota Banjarmasin dijuluki sebagai Kota Seribu Sungai, karena banyaknya sungai besar dan anak-anak sungai kecil yang membelah bumi Kalimantan Selatan.

Bagi anda penikmat wisata, ikon pariwisata seperti pasar terapung, kerbau rawa, itik alabio, soto banjar, dan tentunya kota Intan Martapura di Kalimantan Selatan ini pasti sudah akrab di telinga karena populer dengan keunikan souvenir atau oleh-oleh khas Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin yang dijuluki Etalase Bumi Banjar, mempunyai oleh-oleh khas kota Banjarmasin yang sangat mencerminkan Kalimantan Selatan, diantaranya adalah :

Kain Sasirangan Khas Suku Banjar

Kain sasirangan merupakan kain khas suku Banjar di Kalimantan selatan. Secara harfiah sasirangan dapat dimaknai sebagai selembar kain yang melalui proses penjelujur/lajuran yang disimpul/diikat dengan benang atau tali lainnya lalu dicelup untuk pewarnaan.

Sasirangan memiliki 19 motif, diantaranya yang populer adalah motif sarigading, ombak sinapur karang (ombak menerjang batu karang), hiris pudak (irisan daun pudak/sejenis tanaman hias khas Kalimantan), bayam raja (daun bayam), kambang kacang (bunga kacang panjang), naga balimbur (ular naga), daun jeruju (daun tanaman jeruju), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), kulat karikit (jamur kecil), gigi haruan (gigi ikan gabus), turun dayang (garis – garis), kangkung kaombakan (daun kangkung), dan jajumputan (jumputan).

Selain itu terdapat motif kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), dara manginang (remaja makan daun sirih), putri manangis (putri menangis), kambang cengkeh (bunga cengkeh), awan beriring (awan sedang diterpa angin), dan benawati (warna pelangi).

Menurut asal mula dan sejarahnya, masing – masing motif kain sasirangan memiliki fungsi yang berbeda – beda dalam ritual upacara adat suku banjar, ada yang khusus untuk pengobatan orang sakit (ghaib), laung (ikat kepala adat Banjar), kakamban (serudung), udat (kemben), babat (ikat pinggang), tapih bahalai (sarung/jarik untuk perempuan), dan lain sebagainya.

Seiring berkembangnya wisata budaya di kota ini menjadikan kain sasirangan tidak lagi berfungsi sebagai bagian dari ritual adat suku Banjar saja, melainkan sudah melebar dan meluas melampaui batas sakral sebagaimana fungsi awal terciptanya kain cantik dan eksotik tersebut.

Sekarang, ditangan orang banjar yang kreatif (tanpa mengubah fungsi utama dari selembar kain ini erat hubungannya dengan budaya setempat), kain kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan ini telah mampu menjelma menjadi berbagai produk seni yang menakjubkan, bahkan saat ini sudah siap untuk go internasional !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *