Keunikan Pasar Terapung Lok Baintan

pasar terapung lok baintan

CV. Nabil Group Rental – Berbelanja menjadi salah satu aktifitas yang menyenangkan. Terutama para wanita, shopping menjadi sebuah hiburan tersendiri baginya. Mengapa? Pasalnya, banyak perempuan selalu haus ketika melihat barang-barang yang menarik. Naluri ketertarikannya tidak dapat dielakkan.

Selain itu, para cewek pun sering kali menjadikan belanja sebagai ajang cuci mata. Nah, ngomongin soal tempat memenuhi keinginan kalian shopping satu sekedar jalan-jalan seru. Kami punya lokasi yang seru untuk bisa kalian kunjungin. Kamu dapat jadikan salah satu opsi buat pilihan cuci mata.

Nih, sebuah pusat perbelanjaan yang cukup unik dan menarik. Meski tergolong dengan citra tradisional, tetapi jangan salah mengira Guys. Pasar yang satu ini memiliki ciri khas menarik yang patut kamu ketahui. Cobalah datang, saat berada di Banjarmasin kamu bisa buktikan sendiri asyiknya bertandang ke Pasar terapung Lok Baintan.

Tetapi Guys, kalau kamu ingin berkunjung ke sini jangan bangun kesiangan ya. Duh, buat kamu yang suka molor mulai sekarang tinggalin deh. Dari pada enggak bisa mendapatkan pengalaman seru pergi ke pasar ini. Pasalnya, pasar dibuka sekitar habis sholat subuh. Jadi, enggak kayak mall ya Guys. Kamu bisa datang flexible kapan aja. Kalau disini terbatas dengan waktu. Namun, itu yang menjadi tantangan buat kamu. Pasti makin asyik, bisa mendapatkan pengalaman baru. So, apa saja sih keunikan dari pasar ini?

1. Menjadi Ikon Banjarmasin

Pasar tradisional yang satu ini, sudah tidak asing bila dijadikan ikon dari Banjarmasin. Pasalnya, telah menjadi budaya masyarakat sana sejak dahulu kala. Sehingga, sangat khas dan unik. Mangkanya kebiasaan ini dilestarikan sebagai kekayaan budaya Indonesia.

2. Buka Sangat Pagi

Jika kamu ingin datang kesini, siap-siap sebelumnya Guys. Pasalnya, pasar buka sejak 05.30. Selain bukanya terlalu pagi, untuk sampai kesana kamu harus menempuh perjalanan terlebih dahulu. Jadi biar enggak telat, berangkat waktu subuh. Pastinya, sudah selesai sholat ya.

3. Jam Tutupnya Singkat

Selain bukanya masih sangat pagi, waktu tutupnya pun singkat. Sekitar jam 08.00 atau 08.30 pasar sudah tutup. Jadi kalau kamu bangun kesiangan, bisa-bisa sampai sana sudah bubar.

4. Bertransaksi Lewat Prahu Kecil

Nah, ini yang menjadi unik. Jarang ada kan sekarang transaksi jual beli lewat perahu kecil. So, selain berkarakter kamu juga akan merasakan pengalaman baru. Pasti membuat travelling dan shopping menjadi berkesan.

5. Jual Beli di Atas Sungai

Jika biasanya, jual beli atau dagang banyak diakukan dalam dataran. Berbeda dengan yang satu ini, justru melakukannya di atas sungai. Gimana seru kan?

6. Menikmati Pemandangan dan Semilir Angin

Kamu pun bisa sekaligus refreshing disini. Pasalnya, di atas sungai saat naik perahu kamu akan melihat beragam pemandangan hijau yang indah. Masih dilengkapi dengan asrinya suasana, semilir angin yang sejuk pun dapat kamu rasakan.

7. Banyak Bule yang Berkunjung

Nah, jangan dipikir meski tradisional itu kuno ya Guys. Itu persepsi yang salah. Mengapa? Tradisional yang bermanfaat, justru menjadi ciri khas kita. Memberikan aura daya tarik bagi wisatawan. Terbukti, pasar terapung sering dikunjungi oleh para Bule.

8. Pedagangnya Banyak Wanita

Pedagang yang menjual beragam produknya, disini kebanyakan wanita. Meski terdapat pria, namun kwantitasnya sangat sedikit.

9. Menuju Pasar, Harus Mengayuh Perahu Dayung

Kalau kamu pengen merasakan perjalanan seru, nih jawabannya. Selama kamu menuju pasar, akan merasakan mengayuh perahu dayung sendiri. Bahkan, kamu juga boleh jika naik perahu bareng pedagang yang mengendarahi perahunya.

Demikianlah artikel tentang Pasar terapung Lok Baintan yang telah dikupas. Gimana Guys, menarik banget kan? Apalagi bagi kamu para Traveler, rasanya kurang lengkap jika enggak merasakan pengalaman menantang ini. Berwisata sekaligus berbelanja di atas perahu dayung, sungguh sangat memberikan pengalaman baru yang seru.

Mengenal Oleh-Oleh Khas Kota Banjarmasin Untuk Keluarga

oleh-oleh khas kota banjarmasin

Rental Mobil Banjarmasin – Di Kalimantan Selatan terdapat sebuah kawasan wisata yang dijuluki kota seribu sungai, merupakan julukan terpopuler yang diberikan buat Kota Banjarmasin sebagai ibukota pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin adalah etalase bumi Banjar, yaitu tanah bertuah milik masyarakat suku Banjar yang berlokasi di selatan Pulau Kalimantan.

Kota Banjarmasin dan Pulau Kalimantan pada umumnya menyimpan segudang eksotisme yang pantas untuk diapresiasi buat para pengunjung, baik itu dari sisi budaya, kekayaan alam, maupun geografis dan geopolitiknya.

Apabila suatu hari nanti anda berkunjung ke Kota Banjarmasin, bisa ditempuh melalui jalur udara, dimana tanda-tanda eksotisme dari kota ini sudah mulai nampak saat pesawat mulai memasuki wilayah udara Muara Sungai Barito. Jika anda ingin menikmati kota Banjarmasin lewat jalur darat percayakan kepada nabil rental, telah terbukti kualitas mobil, terawat dan aman.

Dari langit, anda dapat memandangkota Banjarmasin seperti ada garis putih memanjang yang membelah kota. Itu adalah sungai Barito yang panjang seperti seekor ular raksasa putih yang menyusui ribuan anak-anak sungai lainnya di tengah kerimbunan hutan yang menghijau. Ribuan garis putih menyerupai anak ular tersebut adalah anak-anak Sungai Barito yang menjadikan Kota Banjarmasin dijuluki sebagai Kota Seribu Sungai, karena banyaknya sungai besar dan anak-anak sungai kecil yang membelah bumi Kalimantan Selatan.

Bagi anda penikmat wisata, ikon pariwisata seperti pasar terapung, kerbau rawa, itik alabio, soto banjar, dan tentunya kota Intan Martapura di Kalimantan Selatan ini pasti sudah akrab di telinga karena populer dengan keunikan souvenir atau oleh-oleh khas Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin yang dijuluki Etalase Bumi Banjar, mempunyai oleh-oleh khas kota Banjarmasin yang sangat mencerminkan Kalimantan Selatan, diantaranya adalah :

Kain Sasirangan Khas Suku Banjar

Kain sasirangan merupakan kain khas suku Banjar di Kalimantan selatan. Secara harfiah sasirangan dapat dimaknai sebagai selembar kain yang melalui proses penjelujur/lajuran yang disimpul/diikat dengan benang atau tali lainnya lalu dicelup untuk pewarnaan.

Sasirangan memiliki 19 motif, diantaranya yang populer adalah motif sarigading, ombak sinapur karang (ombak menerjang batu karang), hiris pudak (irisan daun pudak/sejenis tanaman hias khas Kalimantan), bayam raja (daun bayam), kambang kacang (bunga kacang panjang), naga balimbur (ular naga), daun jeruju (daun tanaman jeruju), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), kulat karikit (jamur kecil), gigi haruan (gigi ikan gabus), turun dayang (garis – garis), kangkung kaombakan (daun kangkung), dan jajumputan (jumputan).

Selain itu terdapat motif kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), dara manginang (remaja makan daun sirih), putri manangis (putri menangis), kambang cengkeh (bunga cengkeh), awan beriring (awan sedang diterpa angin), dan benawati (warna pelangi).

Menurut asal mula dan sejarahnya, masing – masing motif kain sasirangan memiliki fungsi yang berbeda – beda dalam ritual upacara adat suku banjar, ada yang khusus untuk pengobatan orang sakit (ghaib), laung (ikat kepala adat Banjar), kakamban (serudung), udat (kemben), babat (ikat pinggang), tapih bahalai (sarung/jarik untuk perempuan), dan lain sebagainya.

Seiring berkembangnya wisata budaya di kota ini menjadikan kain sasirangan tidak lagi berfungsi sebagai bagian dari ritual adat suku Banjar saja, melainkan sudah melebar dan meluas melampaui batas sakral sebagaimana fungsi awal terciptanya kain cantik dan eksotik tersebut.

Sekarang, ditangan orang banjar yang kreatif (tanpa mengubah fungsi utama dari selembar kain ini erat hubungannya dengan budaya setempat), kain kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan ini telah mampu menjelma menjadi berbagai produk seni yang menakjubkan, bahkan saat ini sudah siap untuk go internasional !